BUDAYA BALI YANG UNIK


Menindaklanjuti masalah baliisme yg terbit di nusa tenggara edisi tgl 12 juli 2009,hati kami terasa tergugah membaca berita tersebut .Sebenarnya apasih yang tersembunyi didalamnya ,lebih kurang menurut pendapat saya adalah begini ; Baliisme yang kita anut itu adalah budaya leluhur yang adiluhung yg perkembangannya terus menerus dipakai Oleh keturunannya yg nota bene adalah peraktek siwa-bhuda itu sendiri, sebelum ada ageman ageman lain di muka bumi ini,dan yang mengembangkan itu sendiri adalah majapahit,Jadi bali itu adalah identik dengan majapahit. Bukti bali disebut majapahit adalah kita menganut kepercayaan terhadap leluhur(KAWITAN),dimana didalam pelinggih kawitan kita ketemukan pelinggih Menjangan Seluang adalah untuk pengayatan Batara-Batari Kawitan Pusat kita atau Batara-Batari Lelangit kita,dan semua Balinese harus punya itu,kalau tidak berarti dia bukan baliisme.Semua silsilah keturunan di Merajan masing-masing tercatat paling bawah, yang berbunyi sebagai berikut:”LELUHUR MAWIT SAKING MOJOPAHIT”. Ada pepatah mengatakan begini ; jawa kehilangan jawanya Bali tidak tahu baliknya, maksudnya ketika orang bali sudah tidak mengakui asal usulnya maka keruntuhan Bali sudah diambang pintu. Jadi Bali itu adalah identik dengan Majapahit,Sesuai dengan lontar2nya yang berasal dari Majapahit.Lontar untuk bebantenan,lontr silsilah,lontar etika,lontar kepemimpinan dll.Contoh;lontar Negarakertagama,Suta soma,Bumikamulan,Darmogandul,Kosa-kosali,Siwa tatwa,Budha tatwa dll. itulah kitab orang bali yg kita peraktekkansehari-hari.nabi kita adalah Siwa & Budha itu sendiri karena beliau adalah dulunya manusia juga yang sudah mencapai tingkatan Moksa.buktinya di pura Besakih ada pelinggih Siwa(purusa) berupa Meru Tumpang/Pagoda dan Budha(predana) berupa klenteng/gedong yang dimodifikasi sesuai dengan tempat dan daerahnya masing-masing[kebudayaannya]. Di Batur juga ada meru tumpang/pagoda & gedong(klenteng), kalau itu salah berarti leluhur salah mendirikan pelinggih di dalam areal pura.Beranikah kalian merusak tatanan leluhur itu ?karena jaman dulu Cuma ada 2 kerajaan nasional terbesar dan diakui seluruh dunia yaitu Majapahit dan kerajaan Gwan zu(cina) dan semua negara2 tetangga belajar sastra di Majapahit dan Cina,semua kitab kitab berasal dari kejadian kejadian di tanah Majapahit,tapi sekarang justru kita belajar dari Negara2 lain(import), padahal yg kita pelajari adalah kitab kita sendiri yg dikembangkan oleh orang lain.{dari babad yg ada di belanda}. Buktinya kita banyak punya peninggalan2 sejarah seperti candi2,yg bertebaran di persada bumi nusantara ini.Dan jumlahnya tak terhitung karena nusantara dulu adalah pulau Seribu Candi. Dan ingat candi itu adalah tempat roh nenekmoyang tertinggi.Dimanifestasikan ke dalam CANDI SIWA-BUDHA,sangkan paraning sang dumadi(WIT). Dokument candi IBU MAJAPAHIT BALI Semua telah kutelusuri dari pelosok negeri,bahwasannya budaya nenek moyang kita begitu luhurnya,terbukti banyak peninggalan-peninggalan beliau berupa situs-situs candi di seantero jawa,dan yang masih utuh dapat kita lihat yaitu candi Borobudur,Prambanan,Ceto,Bajang ratu,candi Penataran,candi Gayatri(tulung agung)candi Bromo dll.yang saat ini meskipun banyak tenaga2 insinyur belum tentu bisa membikinnya kecuali di bali masih bisa eksis karena didukung oleh budaya setempat dan masih mempercayai keberadaan candi berupa rumah /tempat bersemayamnya roh leluhur.dan masih dilestarikan di bali yaitu di Pura Ibu Majapahit Jimbaran Bali, adakah orang-orang intelektual,sepiritual,pecinta sejarah yang datang dan perduli.Dapat dihitung dengan jari kenapa …..? Semua orang sibuk mencari nafkah,semua orang sibuk berebut kedudukan,harta kekayaan dan pangkat,dimanakah letak hati nurani kita sebagai insan yang dibesarkan oleh budaya leluhur ? jangankan peduli,melirik saja enggan apalagi mau melestarikan malah belakangan ini candi dipermasalahkan oleh segelintir orang yang mengatasnamakan instansi salah satu agama di Indonesia yang diakui oleh pemerintah,padahal pura Majapahit itu VISI DAN MISINYA ADALAH UNTUK PELESTARIAN BUDAYA DAN ADAT KETURUNAN MAJAPAHIT BUKAN BERGERAK DI BIDANG AGAMA artinya siapapun yang merasa berketurunan majapahit TIDAK ADA LARANGAN UNTUK BAKTI/TANGKIL/SOWAN.Siapa lagi yang kalian suruh melestarikan kalau bukan kita sendiri….? Saya merasa miris ketika mendengar omongannya yang sok tahu,sok ngerti,sok pinter tapi nyatanya hanya sebatas omongan belaka.mudah –mudahan tulisan kami ini bermanfaat dan dapat menyadarkan masyarakat bumi nusantara yang selama ini masih terpuruk karena sebab,dari akibat orang –orang kita yang sudah melupakan budayanya sendiri.Rahayu rahayu rahayu untuk trah mojopahit yang ingat,bagi yang tidak ingat biar diingatkan(ELING WITE SAKING PUNDI).


0 Responses So Far:

Ngiring sareng-sareng Ngelantur